Diri ini ingin sekali...
Pernah aku menyesali segala kesalahan yang aku pernah lakukan..kepada-Mu Ya Allah..

“...vile women are for vile men, and vile men for vile women. Good women are for a good men, and good men are for good women; such are innocent of that which people say: For them is a pardon and a bountiful provision..” (An-Nur : 26)
-Simple person.
-Sometime tend to be introvert.
-Love all Hlovate's novels.
Pernah aku menyesali segala kesalahan yang aku pernah lakukan..kepada-Mu Ya Allah..
Kau katakan cinta gunakan akal Maafmu tak bererti, kau mudah sesali Kaulah bahagia (bagiku) Dan aku cuba sedaya upaya Kaulah bahagia (bagiku) Mungkinkah esok atau lusa walau biarpun lama Kaulah tanda tanya.. kau tiada titik noktah Seandainya kau berada di depan mata Maafmu tak bererti, kau mudah sesali Kaulah bahagia (bagiku) (Rap) Maafmu tak bererti, kau mudah sesali Kaulah bahagia (bagiku) ::Tersirat suka dan duka,tangis dan tawa bersama lirik ini..hamba biasa::
Bila aku gunakan, kau yang menyangkal
Bagaimana nak kekal
Kau katakan cinta gunakan minda
Bila aku gunakan, kau yang tak percaya
Bagaimana nak bahagia
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu
Tak ku kenal lagi engkau siapa
Telah ku usaha dengan sepenuh jiwa
Bagaimana hendak ku lupa
bayangan wajahmu selalu di depan mata
harum baumu masih dapat ku hidu
Bagaimana ingin aku membencimu
Jikalau setiap hari merindu
Sekiranya derita merinduimu itu sebenarnya bahagia..
Aku pilih derita..
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Akan ku biar tiada ku tetap kan setia
Entah bila akan tiba sampai jua harimu yang sama
Esok seperti semalaman yang tak berubah
Ku dibuai mimpi lena dikejut igau semula
Kaulah tanda tanya.. kau tiada titik noktah
Ku dibuai mimpi lena dikejut igau semula
Mudah untuk aku berkata-kata
Supaya dapatku melihat seraut wajahmu
Walaupun belum tentu kau mahu bertemu
Apalagi memandangku
Setelah ku turutkan segala kemahuan kau mainkan perasaan
Begitu mudah kau ucapkan terimalah saja kenyataan..
Aku masih terkilan
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Jika kau dapat memahami hati seorang perindu
Baru kau tahu derita hatiku
Jika suatu hari nanti giliran kau merindu
Baru kau ingat derita diriku
Segala yang berlaku bukan kemahuanku
Apa gunanya bahgia
Jikalau bahagia bersamamu hanyalah untuk sementara waktu
Aku pilih derita merinduimu
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa